Cek Kesehatan Gratis, Ikhtiar Bimas Buddha Menyemai Generasi Sehat

Kemenag,kementerianagama,dki Foto: Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi. Dok: Bimas Buddha.

Jakarta - Pagi itu, halaman Sekolah Keagamaan Buddha Mula Dhammasekha Karuna di Desa Lemo, Teluk Naga, disesaki keceriaan anak-anak. Senyum polos mereka menyambut kedatangan tim medis yang akan memeriksa tubuh mungil mereka, dari ujung rambut hingga telapak kaki. Pemeriksaan sederhana tinggi dan berat badan, mata, gigi, telinga, hingga status gizi menjadi awal dari sebuah ikhtiar besar menyiapkan generasi sehat, jasmani dan rohani.

Di pesisir utara Laut Jawa itu, sebanyak 23 siswa menerima layanan pemeriksaan gratis. Bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah digencarkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi, hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan. Bersamanya tampak Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes Lovely Daisy, Ketua Yayasan Dhammasekha Karuna Muljadi, serta perwakilan dari Kemenko PMK dan Pemkab Tangerang.

“Program ini adalah tindak lanjut arahan Bapak Menteri Agama, Nasaruddin Umar, agar setiap siswa sekolah keagamaan mendapat layanan kesehatan. Dari sini, kami bergerak. Setelah Tangerang, giliran Medan dan Surabaya menjadi tujuan berikutnya,” tutur Supriyadi, menegaskan komitmen pemerintah.

Ia menambahkan, CKG adalah bagian dari langkah panjang menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. “Kita tidak bisa berharap generasi berkualitas lahir tiba-tiba. Mereka harus dipersiapkan sejak dini, sehat lahir dan batin. Ada sekitar 1.600 siswa Dhammasekha di seluruh Indonesia yang akan kami jangkau,” ucapnya penuh keyakinan.

Dukungan pun datang dari Ketua Yayasan Dhammasekha Karuna, Muljadi. Menurutnya, kesehatan bukan hanya soal tubuh yang bugar, melainkan fondasi bagi kelancaran proses belajar. “Program ini ibarat jendela kecil bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya merawat diri. Semoga ia tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut terus, hingga lahirlah generasi yang makin berkualitas,” ujarnya.

Lewat program CKG, Bimas Buddha meneguhkan langkah bahwa pendidikan dan kesehatan tak bisa dipisahkan. Keduanya adalah sayap yang akan membawa anak-anak Dhammasekha terbang tinggi menjemput masa depan.