Foto: Ilustrasi. Jakarta - Presiden Jokowi menyoroti masih adanya anak di Indonesia yang menderita gizi buruk. Menurut Jokowi, tidak semestinya penyakit itu melanda anak-anak Indonesia lagi. "Jangan sampai ada lagi gizi buruk. Memalukan kalau masih ada!" ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Gedung Bidakara, Jakarta. "Ada satu anak, dua anak, tiga anak. Harus secepatnya diselesaikan. Apalagi lebih dari itu. Saya enggak terima kalau yang seperti itu masih terjadi di Indonesia," lanjut dia. Jokowi mengatakan, bagaimana Indonesia bisa bersaing dengan negara lain jika kesehatan anak-anaknya tidak berkualitas. Masih adanya anak Indonesia penderita gizi buruk, menurut Jokowi, disebabkan tidak fokusnya stakeholder kesehatan dalam hal kampanye hidup sehat di masyarakat. "Kita ngerti semua kok cara mencegahnya. Dokter ngerti, bidan juga ngerti. Sebetulnya bisa kita cegah," ujar Jokowi. Ia berharap seluruh unsur masyarakat dan pemerintah, khususnya stakeholder kesehatan bersama-sama mencegah gizi buruk di Indonesia. Selain gizi buruk, sejumlah fenomena kesehatan yang juga menjadi catatan Jokowi, antara lain angka kematian ibu saat melahirkan, pernyakit demam berdarah dan TBC. "Ini semua harus diselesaikan jika kita mau masuk Indonesia Emas tahun 2045 mendatang," ujar Jokowi. BACA JUGA : BGN Kerahkan Korwil dan SPPI, Penanganan Gizi Darurat Sumut Capai Ratusan Ribu Porsi BGN Respons Keluhan Siswa, Variasi Menu Sekolah di Tolitoli Kini Boleh Pakai Ikan BGN Diapresiasi Pengamat: Kritik Justru Jadi Bahan Bakar Perbaikan Program MBG BGN Kerahkan Dapur Gizi untuk Bantu Ribuan Warga Terdampak Banjir di Solok ‘Smiling Indonesia’, Wajah Baru Anak-Anak Penerima MBG yang Disorot Wakil Kepala BGN Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.