Di Tengah Duka, Kehadiran Menteri Ara Menyalakan Harapan bagi Keluarga Affan

Pkp,menteriara, Foto: Menteri PKP Maruarar Sirait. Dok: Istimewa.

Jakarta – Di tengah duka yang menyelimuti keluarga Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang gugur saat kericuhan aksi demonstrasi di Jakarta Pusat, hadir sosok Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara.

Dengan suara yang hangat dan mata yang menatap serius, Ara menyampaikan rasa prihatin yang mendalam.

Ia tahu, Affan bukan sekadar pengemudi ojol biasa ia adalah tulang punggung bagi keluarganya, sandaran harapan bagi istri dan anak-anaknya.

Sebagai wujud kepedulian, Menteri Ara berjanji menyiapkan sebuah rumah subsidi bagi keluarga almarhum. 

Janji itu diucapkannya di hadapan awak media, usai menyerahkan kunci rumah subsidi kepada para pekerja lapis bawah ART, baby sitter, security, dan office boy sebagai simbol bahwa setiap warga, tak peduli posisi, layak mendapatkan perhatian negara.

“Saya dengar almarhum Affan adalah tulang punggung keluarga. Tolong siapkan satu rumah subsidi untuk keluarganya. Biaya semua akan saya tanggung. Kita juga punya program rumah subsidi untuk pengemudi ojek online,” ujar Ara dalam unggahannya di Instagram Kementerian PKP, Sabtu (30/8/2025).

Tak lama kemudian, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menyiapkan rumah bagi keluarga Affan di Cileungsi. 

Kepemilikan rumah itu pun akan segera dibaliknamakan atas nama istri almarhum, Erlina.

“Ada di Cileungsi, Bapak Ara tadi sudah menyerahkan, atas nama ibunya,” kata Riza saat berada di rumah duka di Jalan Blora, Jakarta Pusat.

Bantuan ini bukan sekadar rumah; ia adalah simbol kehadiran negara di tengah duka, pelita kecil yang menuntun keluarga Affan melewati malam-malam penuh kehilangan. 

Presiden Prabowo sendiri hadir, menyampaikan belasungkawa secara pribadi, menegaskan bahwa setiap nyawa, setiap cerita keluarga, adalah perhatian bangsa.

Di balik tangis, ada janji. Di balik kehilangan, ada kepedulian yang nyata. Dan di rumah baru itu, keluarga Affan mungkin menemukan sedikit kehangatan di tengah dinginnya dunia yang baru saja merenggut sosok yang mereka cintai.