Bupati Frederikus Sampaikan Hal Strategis ke Presiden Jokowi

Frederikus Gebze, Bupati Merauke Sampaikan Hal Strategis ke Presiden Jokowi Foto: Bupati Merauke Frederikus Gebze saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta

Jakarta - Bupati Merauke Frederikus Gebze menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat Merauke atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin kabupaten Merauke dari 2015-2021.

Selama empat tahun ini, pembangunan di kabupaten Merauke jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan di sana-sini. Walapun demikian, Frederikus selalu optimis dan berupaya memberikan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Merauke.

“Untuk membangun kabupaten Merauke tidak semudah membalikkan telapak tangan, masih banyak kekurangan di sana-sini. Karena itu kami sangat berharap dukungan dari stakeholder, baik itu masyarakat Merauke maupun pemerintah pusat,” kata Bupati kepada indonesiareports.com. 

Pada tanggal 23 April 2019 lalu menjadi momentum sejarah bagi Frederikus Gebze. Pasalnya pria bersahaja kelahiran 25 November 1971 ini bertemu dengan nomor satu di negeri ini beserta para menteri.

Dalam kesempatan itu alumnus S2 dari Universitas Hasanudin ini menyampaikan beberapa hal strategis kepada presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Adapun hal yang disampaikna adalah mengucapkan terimakasih atas perhatian Presiden untuk tanah Papua terlebih khusus Kabupaten Merauke, menyampaikan penyelengaaraan Pemilu 2019 di Kabupaten Merauke aman dan lancar. Walaupun Prabowo Subianto datang ke tanah Papua tetapi Jokowi menang, dengan persentase 75% : 80%.   

Selain itu, Frederikus Gebze juga menyampaikan pada Jokowi bahwa Kabupaten Merauke menjadi kawsan strategis lumbung pangan nasional, kawasan strategis perbatasan, meminta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) of line, penyelenggaraan PON, presiden pastikan Otsus lanjut dengan mendengar dan memperhatikan OAP, dan kawasan ekonomi khusus (KEK) serta usulan tindak lanjut Ampres tentang provinsi Papua Selatan (tergabung 5 kabupaten: Merauke, Mappi, Boven dan Pagubin).

Untuk itu lanjutnya, perlu dukungan infastruktur jalan yang menghubungkan beberapa daerah.

Seperti jalan poros Merauke-Bian-Mapi, Jalan poros Merauke-Boven-Pegubin-Kerom. Begitu juga dengan bandar udara dan usulan kereta api yang menghubungkan Merauke-Boven-Mapi dan Asmat. 

“Semua yang kami sampaikan adalah yang terpenting dan sangat menjadi perhatian masyarakat Merauke. Karena itu, tokoh masyarakat adat, elit organisasi, tokoh agama harus bahu membahu atau bersatu memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau tidak, kita akan menjadi penonton terbesar dalam sejarah di tanah ini. Sebagai Bupati saya mengajak masyarakat kabupaten Merauke khususnya, Tanah Papua pada umumnya, mari kita perjuangkan hak kita, hak anak adat, hak kesulungan dan hak politik kita,” tutupnya.